Belajar Tentang Photography dan Videography
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure)
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO. Sedangkan Videography, tidak beda jauh dengan pengertian photography. Videography juga terbagi atas 2 kata yaitu Video dan Graph. Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan.
Kata video berasal dari kata Latin yaitu "Saya lihat".
Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video serta pemutar video.
Video analog format encoding
- NTSC
- PAL
- SECAM
- RF
- composite video
- component video
- S-Video
- RGB
- Ampex
- VERA (BBC)
- U-matic (Sony)
- Betamax (Sony)
- Betacam
- Betacam SP
- VHS (JVC)
- S-VHS (JVC)
- VHS-C (JVC)
- Video 2000 (Philips)
- 8mm tape
- Hi8
- D1 (Sony)
- D2 (Sony)
- D3
- D4
- D5
- Digital Betacam (Sony)
- Betacam IMX (Sony)
- D-VHS (JVC)
- DV
- MiniDV
- MicroMV
- Digital8 (Sony)
- DVD
- Laserdisc
- CCIR 601
- MPEG-2
- H.261
- H.263
- H.264
0 Response to "Belajar Tentang Photography dan Videography"
Post a Comment