Fakta Mengerikan dalam Kasus Sabu 1 Ton di Anyer
Barang bukti penyeludupan sabu seberat 1 ton yang digagalkan polisi di Anyer, Banten.
Ketika mendapatkan momen yang tepat, tim langsung bergerak. Kala itu, para penyelundup tengah memindahkan barang haram dari kapal menuju mobil Innova krem.
Melihat ada petugas kepolisian, para penyelundup sabu 1 tonini langsung melawan dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas. Akibatnya, dua personel terluka.
Guna melindungi diri, petugas akhirnya mengambil sikap tegas dengan menembak bagian bodi mobil Innova krem yang ditumpangi pelaku. Setidaknya ada 24 lubang peluru di sisi kiri bodi mobil tersebut. Dalam penyergapan ini, satu tewas, dua orang ditangkap, dan satu kabur hingga akhirnya dapat dicokok oleh petugas.
Dari penangkapan jaringan internasional narkoba tersebut, terkuak fakta-fakta di balik penggerebekansabu 1 ton tersebut. Apa saja fakta tersebut? Berikut uraiannya.
Tim gabungan Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1 ton di bangunan bekas Hotel Mandalika, Anyer, Serang. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan dari Jakarta.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen M Irianto, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi tersebut sebelum operasi berlangsung. Mereka memantau pergerakan para penyelundup barang haram itu selama dua bulan.
Ketika mendapatkan momen yang tepat, tim langsung bergerak. Kala itu, para penyelundup tengah memindahkan barang haram dari kapal menuju mobil Innova krem.
Melihat ada petugas kepolisian, para penyelundup sabu 1 tonini langsung melawan dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas. Akibatnya, dua personel terluka.
Guna melindungi diri, petugas akhirnya mengambil sikap tegas dengan menembak bagian bodi mobil Innova krem yang ditumpangi pelaku. Setidaknya ada 24 lubang peluru di sisi kiri bodi mobil tersebut. Dalam penyergapan ini, satu tewas, dua orang ditangkap, dan satu kabur hingga akhirnya dapat dicokok oleh petugas.
Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen M Irianto, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi tersebut sebelum operasi berlangsung. Mereka memantau pergerakan para penyelundup barang haram itu selama dua bulan.
Ketika mendapatkan momen yang tepat, tim langsung bergerak. Kala itu, para penyelundup tengah memindahkan barang haram dari kapal menuju mobil Innova krem.
Melihat ada petugas kepolisian, para penyelundup sabu 1 tonini langsung melawan dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas. Akibatnya, dua personel terluka.
Guna melindungi diri, petugas akhirnya mengambil sikap tegas dengan menembak bagian bodi mobil Innova krem yang ditumpangi pelaku. Setidaknya ada 24 lubang peluru di sisi kiri bodi mobil tersebut. Dalam penyergapan ini, satu tewas, dua orang ditangkap, dan satu kabur hingga akhirnya dapat dicokok oleh petugas.
Ketika mendapatkan momen yang tepat, tim langsung bergerak. Kala itu, para penyelundup tengah memindahkan barang haram dari kapal menuju mobil Innova krem.
Melihat ada petugas kepolisian, para penyelundup sabu 1 tonini langsung melawan dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas. Akibatnya, dua personel terluka.
Guna melindungi diri, petugas akhirnya mengambil sikap tegas dengan menembak bagian bodi mobil Innova krem yang ditumpangi pelaku. Setidaknya ada 24 lubang peluru di sisi kiri bodi mobil tersebut. Dalam penyergapan ini, satu tewas, dua orang ditangkap, dan satu kabur hingga akhirnya dapat dicokok oleh petugas.
Dari penangkapan jaringan internasional narkoba tersebut, terkuak fakta-fakta di balik penggerebekansabu 1 ton tersebut. Apa saja fakta tersebut? Berikut uraiannya.
0 Response to " Fakta Mengerikan dalam Kasus Sabu 1 Ton di Anyer"
Post a Comment