kaka, bukti Florentino Perez anti beli pemain murah untuk Madrid

Kaka. (c) AFP
Mantan pemain, pelatih dan direktur Real Madrid, Jorge Valdano menceritakan pengalaman uniknya bersama Florentino Perez. Saat Perez menjadi Presiden klub, Valdano sempat ditunjuk sebagai direktur.
Tugas utama Valdano di bawah kepemimpinan Perez adalah menjadi juru bicara Madrid di ajang-ajang penting. Valdano juga biasanya menjadi perwakilan Madrid dalam pembicaraan yang melibatkan institusi penting.
Perez memberikan kepercayaan yang tinggi kepada Valdano. Namun jika bicara soal transfer, Perez memiliki standar sendiri yang mungkin dianggap aneh, bahkan oleh Valdano sekali pun. Valdano memang bisa memberikan masukan soal transfer, tapi Perez yang membuat keputusan akhir.
Valdano memberikan satu contoh saat ia mencoba meyakinkan Perez untuk membeli pemain muda potensial bernama Kaka. Saat itu, tahun 2002, Valdano melihat permainan Kaka dalam laga persahabatan melawan Real Madrid. Ia pun meminta Perez untuk membeli Kaka.
Saat itu, Valdano memperkirakan kaka bisa dibeli dengan harga sekitar 12 juta euro. Namun Perez menolak menuruti nasehat sang direktur. Perez bahkan siap membayar mahal jika nantinya Kaka terbukti menjadi pemain hebat.
"Saat itu tahun 2002. Untuk ulang tahun ke-100 Madrid, kami menggelar pertandingan persahabatan melawan para pemain terbaik dunia. Saya memutuskan untuk mengundang Kaka. Dia bisa datang dan bermain brilian dalam 20 menit terakhir pertandingan," kenang Valdano kepada El Transistor.
"Saya bilang kepada Florentino; "Ada pemain hebat saat ini dan harganya murah, hanya 12 juta euro. Empat tahun lagi harganya akan jadi 60 juta euro". Jawabannya sungguh tak bisa saya lupakan: "Jangan khawatir Jorge. Kita tunggu dulu saja sampai harganya 60 juta euro," imbuhnya.
Kaka akhirnya bergabung dengan AC Milan. Tujuh tahun sukses di San Siro, Kaka akhirnya memang bergabung dengan Real Madrid. Kaka dibeli Madrid dengan harga sekitar 65 juta euro, rekor transfer kala itu. (tr/hsw)
sumber
Tugas utama Valdano di bawah kepemimpinan Perez adalah menjadi juru bicara Madrid di ajang-ajang penting. Valdano juga biasanya menjadi perwakilan Madrid dalam pembicaraan yang melibatkan institusi penting.
Perez memberikan kepercayaan yang tinggi kepada Valdano. Namun jika bicara soal transfer, Perez memiliki standar sendiri yang mungkin dianggap aneh, bahkan oleh Valdano sekali pun. Valdano memang bisa memberikan masukan soal transfer, tapi Perez yang membuat keputusan akhir.
Valdano memberikan satu contoh saat ia mencoba meyakinkan Perez untuk membeli pemain muda potensial bernama Kaka. Saat itu, tahun 2002, Valdano melihat permainan Kaka dalam laga persahabatan melawan Real Madrid. Ia pun meminta Perez untuk membeli Kaka.
Saat itu, Valdano memperkirakan kaka bisa dibeli dengan harga sekitar 12 juta euro. Namun Perez menolak menuruti nasehat sang direktur. Perez bahkan siap membayar mahal jika nantinya Kaka terbukti menjadi pemain hebat.
"Saat itu tahun 2002. Untuk ulang tahun ke-100 Madrid, kami menggelar pertandingan persahabatan melawan para pemain terbaik dunia. Saya memutuskan untuk mengundang Kaka. Dia bisa datang dan bermain brilian dalam 20 menit terakhir pertandingan," kenang Valdano kepada El Transistor.
"Saya bilang kepada Florentino; "Ada pemain hebat saat ini dan harganya murah, hanya 12 juta euro. Empat tahun lagi harganya akan jadi 60 juta euro". Jawabannya sungguh tak bisa saya lupakan: "Jangan khawatir Jorge. Kita tunggu dulu saja sampai harganya 60 juta euro," imbuhnya.
Kaka akhirnya bergabung dengan AC Milan. Tujuh tahun sukses di San Siro, Kaka akhirnya memang bergabung dengan Real Madrid. Kaka dibeli Madrid dengan harga sekitar 65 juta euro, rekor transfer kala itu. (tr/hsw)
sumber
0 Response to "kaka, bukti Florentino Perez anti beli pemain murah untuk Madrid"
Post a Comment