Komentar Said Aqil: Serangan ke KPK Sakiti Hati Rakyat
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan dukungan kepada KPK yang belakangan kerap mendapat serangan. PBNU prihatin karena upaya pemberantasan korupsi masih mendapat perlawanan.

"Di tengah-tengah yang kata Pak Jokowi revolusi mental, ternyata ada sebagian kelompok yang berniat tidak baik, bahkan melemahkan penegakan hukum yang nantinya ke penegakan keadilan. Jelas jauh bertentangan dengan Pancasila dan UUD '45, juga menyakiti hati rakyat," ujar Ketum PBNU Said Aqil Siroj di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).
Said Aqil menyebut rakyat memberi kepercayaan pemberantasan korupsi kepada KPK. Dia menyesalkan adanya pihak-pihak yang ingin melemahkan upaya pemberantasan korupsi dengan menjadikan KPK target serangan.
"Terus terang kalau dari saya sebagai pimpinan atau dari ormas Islam malu kalau kita katanya negara mayoritas muslim, tapi ternyata korupsinya luar biasa, koruptornya luar biasa. Jadi Islam tercoreng, terkotori," keluh Said Aqil.
"Walaupun penegakan hukum di sini tidak pandang bulu, tapi orang pasti melihatnya negara mayoritas muslim, 87%. Jadi melihatnya mayoritasnya korupsi dan yang paling banyak korupsi orang Islam. Oleh karena itu walaupun isu agama ini tidak baik isu agama diangkat, tapi kesannya seperti itu," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas menegaskan posisi PBNU yang mendukung pemberantasan korupsi. Pada 2013 lalu, dalam pertemuan ulama di Cirebon sempat ada keputusan NU tidak perlu mensalati jenazah koruptor.
"Kalau korupsi memilik daya rusak sedemikian rupa, termasuk juga memiliki implikasi yang luas atas penderitaan rakyat, maka pelakunya layak dihukum mati. NU sudah tegas melawan korupsi. Kedua, keputusan musyawarah NU di tempat yang sama 2013, menegaskan koruptor tidak boleh atau sebaiknya tidak disalati oleh pengurus NU. Jadi pengurus NU dilarang mensalatkan jenazah koruptor," tegas Robikin.
Menurutnya ini adalah bentuk dukungan yang tak hanya moral, namun konkret dalam pemberantasan korupsi.
"Seperti yang disampaikan Pak Robikin bahwa fatwa-fatwa itu sangat penting sekali. Ya tadi kan disampaikan pengurus PBNU tidak akan mensalati jenazah para koruptor. Itu kan penting memberikan dampak yang luas," kata Ketua KPK Agus Rahardjo.
Pertemuan antara jajaran PBNU dengan pimpinan KPK juga dihadiri Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) serta Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi.
0 Response to "Komentar Said Aqil: Serangan ke KPK Sakiti Hati Rakyat"
Post a Comment