Makalah Tentang Tanaman Cabai
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang
Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang tanaman cabai.
Adapun makalah tanaman cabai ini telah
kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami
menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya
maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami
membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran dan kritik kepada
kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ilmiah biologi ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga
dari makalah ilmiah biologi tentang limbah dan pemanfaatannya ini dapat diambil
hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.
Siborongborong,17
Agustus 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Cabai
2.1
Manfaat Cabai
2.3
Teknik Budidaya Tanaman Cabai
2.4
Masalah Produksi
2.5
Cara Penanggulangan
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.2
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cabai atau lombok (bahasa Jawa) adalah
sayuran buah semusim yang termasuk dalam anggota genus Capsicum yang banyak
diperlukan oleh masyarakat sebagai penyedap rasa masakan. Salah satu tanaman
cabai yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah tanaman cabai merah. Cabai
merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas sayuran yang banyak digemari
oleh masyarakat. Ciri dari jenis sayuran ini adalah rasanya yang pedas dan
aromanya yang khas, sehingga bagi orang-orang tertentu dapat membangkitkan
selera makan. Karena merupakan sayuran yang dikonsumsi setiap saat, maka cabai
akan terus dibutuhkan dengan jumlah yang semakin meningkat seiring dengan
pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian nasional .
Cabai merah mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Kandungan vitamin dalam cabe adalah A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Sun et al. (2000). melaporkan cabai merah mengandung anti oksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas yaitu suatu keadaan dimana suatu molekul kehilangan atau kekeurangan elektron, sehingga elektron tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari sel-sel tubuh kita yang lainnya. Kandungan terbesar anti oksidan dalam cabai terdapat pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker.
Cabai merah mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Kandungan vitamin dalam cabe adalah A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Sun et al. (2000). melaporkan cabai merah mengandung anti oksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas yaitu suatu keadaan dimana suatu molekul kehilangan atau kekeurangan elektron, sehingga elektron tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari sel-sel tubuh kita yang lainnya. Kandungan terbesar anti oksidan dalam cabai terdapat pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut.
1. Bagaimana Teknik budidaya tanaman cabai
2. Bagaimana cara penanggulangan dari penyakit yang menyerang
tanaman cabai ?
1.1 Tujuan
1. Agar mahasiswa mengetahui
Teknik budidaya tanaman cabai
2. Agar meahasiswa
mengetahui cara penanggulangan
dari penyakit yang menyerang tanaman cabai
1.2 Manfaat Pembuatan
Makalah
Penelitian
ini memiliki manfaat sebagai berikut
a. Bagi petani,
penelitian ini dapat dijadikan panduan untuk menaggulangi penyakti yang
menyerang tanaman cabai.
b. Bagi penyuluh atau
dinas pertanian, penelitian ini dapat di jadikan bahan untuk memberikan
pengetahuan kepada petani untuk dapat menaikan hasil panen cabai.
c. Bagi masyarakat,
penelitian ini dapat dijadikan pengetahuan tentang penanggulangan penyakti yang
di alami tanaman cabai.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Cabai

Tanaman Cabe Merah (Capsicum annuum L.)
adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan
capsaicin. Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin,
diantaranya kalori, protein, lemak, kabohidarat, kalsium, vitamin A, B1, dan
vitamin C.
Cabe (Capsicum annum
L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani
di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa
manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan
penyakit kanker. Budidaya tanaman cabe diperbanyak melalui biji yang ditanam
dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Cabe atau lombok
merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran
tinggi.
Daerah sentral produksi utama cabe merah antara lain Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung); Jawa Tengah (Brebes, Magelang, dan Temanggung); Jawa Timur (Malang, Banyuwangi). Sentra utama cabe keriting adalah Bandung, Brebes, Rembang, Tuban, Rejanglebong, Solok, Tanah Datar, Karo, Simalungun, Banyuasin, Pagar Alam. Usahatani cabe yang berhasil memang menjanjikan keuntungan yang menarik, tetapi untuk mengusahakan tanaman cabe diperlukan keterampilan dan modal cukup memadai. Untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan diperlukan keterampilan dalam penerapan pengetahuan dan teknik budidaya cabe sesuai dengan daya dukung.
Daerah sentral produksi utama cabe merah antara lain Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung); Jawa Tengah (Brebes, Magelang, dan Temanggung); Jawa Timur (Malang, Banyuwangi). Sentra utama cabe keriting adalah Bandung, Brebes, Rembang, Tuban, Rejanglebong, Solok, Tanah Datar, Karo, Simalungun, Banyuasin, Pagar Alam. Usahatani cabe yang berhasil memang menjanjikan keuntungan yang menarik, tetapi untuk mengusahakan tanaman cabe diperlukan keterampilan dan modal cukup memadai. Untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan diperlukan keterampilan dalam penerapan pengetahuan dan teknik budidaya cabe sesuai dengan daya dukung.
2.2 Manfaat Cabai
Cabai
merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang
memilki nilai ekonomi yanng tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa
yang berguna bagi kesehatan manusia.Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi
untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan
ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin
yang berperan sebagai zat anti kanker. Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah
satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia
karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan
yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan
penyakit kanker.
Salah satu kendala
utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada tanaman
cabai. Hama ini sering
menyebabkan gagal panen.
berdasarkan laporan yang ada kerusakan pada tanaman cabai di Indonesia dapat
mencapai 35%. Cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar
tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya
adalah hama lalat buah terutama Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak
tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih
terbatas di kepulauan Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang
ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan mauapun pada
produksi cabai.
2.3 Teknik Budidaya Tanaman Cabai
Cabai atau lombok
termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae)
dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.
Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung
minyak atsiri capsaicin,
yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan
untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga
bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.
Tanaman cabe cocok ditanam padatanah yang kaya humus,
gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 - 6.
Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret -
April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan
Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman
cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas
dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah diseleksi untuk bibit dijemur
hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru
diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar
2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).
Adapun
cara atau tehnik budidaya cabe merah adalah sebagai berikut :
1. Persiapan lahan untuk
menana cabe merah keriting dan cabe rawit
a. Pengolahan Lahan cabe
merah keriting dan cabe rawit
· Tebarkan pupuk
kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
· Diluku kemudian
digaru (biarkan + 1 minggu)
· Diberi Dolomit
sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
· Dibuat bedengan lebar
100 cm dan parit selebar 80 cm
· Bedengan ditutup
mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan +
1 - 2 minggu ).
b. Benih cabe merah
keriting dan cabe rawit
a. Kebutuhan per 1000 m2
1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30
· Biji direndam dalam
air hangat kemudian diperam semalam.
Sedangkan
cara Penanaman cabe merah sebagai berikut :
1. Pemilihan Bibit cabe
merah
· Pilih bibit seragam,
sehat, kuat dan tumbuh mulus
· Bibit memiliki 5-6
helai daun (umur 21 - 30 hari)
2. Cara Tanam cabe merah
· Waktu tanam pagi atau
sore hari , bila panas terik ditunda.
· Plastik polibag
dilepas
· Setelah penanaman
selesai, tanaman langsung disiram
3. Pengamatan Hama cabe
merah
· Ulat Tanah ( Agrotis
ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan
tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari
sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan
dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI
· Ulat Grayak (
Spodoptera litura & S. exigua )
· Ciri ulat yang baru
menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari
perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti
bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging
buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan
parah, daun cabe gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur
dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang
digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.
· Bekicot/siput.
Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman (
kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.
1.4 Permasalahan Produksi
Salah
satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada tanaman
cabai. Hama ini sering
menyebabkan gagal panen.
berdasarkan laporan yang ada kerusakan pada tanaman cabai di Indonesia dapat
mencapai 35%. Cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar
tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya
adalah hama lalat buah terutama Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak
tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih
terbatas di kepulauan Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang
ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan mauapun pada
produksi cabai.
Pengamatan
hama dan penyakit cabe merah
· Spodoptera litura/
Ulat grayak Lihat depan.
· Kutu - kutuan (
Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
· Penyakit Layu,
disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala
serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu
dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
· Penyakit Bercak Daun,
Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua
bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian
tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang.
Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja.
Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada
daun tua.
· Lalat Buah (Dacus
dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos
karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang
buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah.
Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabe busuk, kumpulkan
dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil
Eugenol 40 buah / ha
· Penyakit Busuk Buah
Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak
atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna
orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar
penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian
buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang
dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari
dengan GLIO di bawah tanaman.
1.4 Upaya Penanggulangan
Sebenarnya
sudah dilakukan upaya untuk mengendalikan serangan lalat buah ini, di antaranya
adalah pembrongsongan yang dapat mencegah serangan lalat buah. Akan tetapi,
cara ini tidak praktis untuk dilakukan pada tanaman cabai dalam areal yang
luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangat
berbahaya bagi konsumen buah. Oleh karena itu, diperlukan cara pengendalian
yang ramah lingkungan dan cocok untuk diterapkan di areal luas seperti di lahan
sentral produksi cabai. Upaya pengendalian lalat buah pada tanaman cabai,
khususnya cabai merah, adalah penggunaan insektisida
sintetik
karena dianggap praktis, mudah didapat, dan menunjukkan efek yang cepat.
80% petani sayuran menggunakan pestisida untuk mengendalikan penyakit tanaman. Akan
tetapi penggunaan insektisida tersebut sering meninggalkan residu yang
berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Disamping harga
insektisida sintetik yang mahal, dampak dari adanya residu insektisida sintetik
dalam bidang ekonomi adalah penolakan ekspor oleh banyak negara tujuan ekspor
atas produk-produk cabai yang mengandung residu fungisida dan pestisida lain.Di
antara insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian serangan lalat buah
pada cabai adalah Diazinon, Dursban, Supracide, Tamaron dengan konsentrasi
3-5%, dan Agrothion.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Cabe merah merupakan salah satu jenis
sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabe mengandung berbagai macam
senyawa yang berguna bagi kesehatan. Cabe (Capsicum annum L) merupakan salah
satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia
karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan.
Budi daya cabe merah bukanlah yang
mudah dilakukan jika kita menginginkan hasil yang lebih maksimal. Dalam
budidaya cabe merah banyak hal yang harus diperhatikan supaya hasil panen yang
kita peroleh lebih baik, mulai dari pemilihan lahan sampai cara panen
1.2 Saran
Dengan adanya makalah
ini, kiranya dapat menambah pengetahuan kita dalam pembudidayaan cabe, bukan
hanya asal tanam, akan tetapi bagaimana agar kita bisa memperoleh hasil panen
yang lebih maksimal.
Selanjutnya dengan pengetahuan yang kita miliki, hendaknya kita bisa berbagi pengetahuan kepada masyarakat kita terutama mereka yang membudidayakan cabe, dengan harapan mereka bisa memperoleh hasil yang maksimal.
Selanjutnya dengan pengetahuan yang kita miliki, hendaknya kita bisa berbagi pengetahuan kepada masyarakat kita terutama mereka yang membudidayakan cabe, dengan harapan mereka bisa memperoleh hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
· Badan Pusat Statistik
NTB, 2007. Statistik Produksi Tanaman Horticultural Provinsi NTB. Mataram, NTB.
· Badan Pusat Statistik
NTB, 2010. Statistik Tanaman Sayuran Dan Buah Semusim Indonesia. Jakarta.
Indonesia.
· Hadiyanto, Iskandar.
2005. Bertanam Cabai. Balai Pustaka (Persero). Jakarta. 35 ha
· Martodireso, sudadi
dan Widada Agus Suryanto.2011. Terobosan Teknologi
Pemupukan Dalam Era Pertanian Organik. Kanisius. Cetakan ke VII. Yoyakarta.
78h.
· Ma’shum Mansur. 2005.
Kesuburan Tanah dan Pemupukan. UPT Mataram University press. Cetakan IV. Mataram.
· Mulyati dan Lolita
E.S. 2006. Pupuk Dan Pemupukan. UPT Mataram University press. Cetakan I.
Mataram.
· Prajanata, Final.
2007. Kiat Sukses Bertanam Cabai Di musim Hujan. Penebar Swadaya. Cetakan ke
XII. Jakarta 64h.
· Prajanata, Final.
2006. Agribisnis Cabai Hibrida. Penebar Swadaya. Jakarta. 162 ha.
0 Response to "Makalah Tentang Tanaman Cabai"
Post a Comment